Sabtu, 03 November 2012

Berapa Umur Kamu?



Guru : "Adi, berapa umurmu sekarang?"
Adi : "Kira-kira sepertiga umur ayah, Bu"
Guru : "Kalau begitu, berapa umur ayahmu?"
Adi : "Lebih tua dari ibuku 2 tahun"
Guru : "Berapa umur ibumu?"
Adi : "Sepertiga umur kakek"
Guru : "Sudah, sebut saja umur kakekmu!"
Adi : "Kakekku sudah meninggal"
Guru : @#$^%$#@***

Kambing



Seorang gembala kambing suatu hari bertemu dengan anak muda yang sedang berpetualang.
Anak Muda (AM): "Pak, kambingnya banyak ya, makannya apa?"
Gembala (GM): "Yang putih atau yang hitam?"
AM: "Yang putih?"
GM: "Kalo yang putih makannya rumput"
AM: "Yang hitam?"
GM: "Sama"
Si anak muda agak keki, tapi nanya lagi.
AM: "Kambingnya banyak susunya, ya?"
GM: "Yang putih atau yang hitam?"
AM: "Yang putih?"
GM: "Yang putih susunya banyak sekali"
AM: "Yang hitam?"
GM: "Sama"
Si anak muda makin keki.
AM: "Kalo memang jawabannya sama, kenapa Bapak selalu membeda-bedakan kambing hitam atau putih?"
GM: "Karena yang putih itu punya saya, Nak"
AM: "Lalu yang hitam punya siapa?"
GM: "Sama"

Tak Tahu Diri



Suatu hari di kantor pos ada seorang nenek-nenek mau ngirim surat, si nenek tersebut terlihat kebingungan, tak lama kemudian ada seorang petugas yang menghampirinya.
"Bisa saya bantu, Nek?" tanya si petugas. Nenek itu menjawab, "Kalau beli perangko di mana??" Si petugas itu kemudian membawa si nenek ke loket untuk membeli perangko.
"Ada yang lain yang bisa saya bantu lagi, nek?" dengan rasa kasihan si petugas menawarkan bantuan lagi. "Iya, pak tolong tulisin alamat cucu saya di kota" kata si nenek sambil mengeluarkan kertas yang berisi alamat. "Bapak masih mau membantu saya?" tanya si nenek. "Dengan semang hati," jawab si petugas. "Kalau gitu sekalian tulisin isinya, ya, saya tidak bawa kacamata," pinta si nenek.
Kemudian si petugas menulis isi surat tersebut yang didiktekan si nenek. Dua jam sudah berlalu, isi surat pun sudah lebih dari 2 halaman, dan si petugas rupanya sudah tidak tahan lagi. Dengan nada sopan dia kembali bertanya pada si nenek, "Sudah selesai, Nek???".
"Masih ada sedikit lagi," jawab si nenek, "Tulis, ya," kata si nenek, "N.B: maaf, ya cu, tulisannya jelek."

Tamu Nakal



Eko dan istrinya, Susi, sedang asyik mandi berdua. Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Susi buru-buru mengenakan jubah mandi dan turun ke ruang tamu.
Ternyata yang datang adalah Bambang, teman suaminya. Susi meminta Bambang untuk datang beberapa jam kemudian karena Eko sedang mandi. Bukannya pergi, si Bambang malah masuk dan berbisik, "Eh, aku ada duit 400 ribu. Aku akan kasih ke kamu kalau kamu mau membuka jubah mandi yang kamu pakai." Susi tersinggung, tapi karena memang lagi butuh duit, maka ia membuka jubahnya. Buru-buru ditutupnya lagi. 400 ribu rupiah berpindah ke tangan Susi.
"Eh, Sus, aku akan kasih kamu 400 ribu lagi kalau aku boleh megang...dikiiit ajah," kata Bambang makin kurang ajar. Susi benar-benar marah, tapi lagi-lagi, ia memang butuh duit. "Cepet ya?!" Susi berteriak tertahan. Ia membuka lagi jubah mandinya dan Bambang segera memanfaatkan kesempatan itu. Susi kemudian mendapat 400 ribu rupiah lagi. Bambang pun segera kabur.
"Siapa itu?" tanya suaminya ketika Susi bergabung lagi di bak mandi.
"Oh, cuma si Bambang," kata Susi dengan perasaan bersalah.
"Bambang???" tanya Eko. "Dia utang sama gua 800 ribu, dan belum dibalikin sampai sekarang!"

Hati-hati Memilih Teman Berburu



Dua orang laki-laki dari Jakarta sedang berburu badak di hutan Ujung Kulon. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka jatuh terjerembab. Kayaknya orang itu nggak bernapas lagi. Bola matanya putih semua.
Melihat itu, salah seorang lagi panik bukan main. Ia mengambil HPnya dan menelpon rumah sakit terdekat. "Mbak, tolong, teman saya meninggal. Apa yang harus saya lakukan?" tanyanya.
Dengan suara lembut, operator UGD di ujung telepon berusaha menenangkan, "Tenang, Pak. Tarik napas. Saya akan bantu. Pertama-tama Bapak pastikan dulu apakah teman Bapak benar-benar meninggal..."
Sunyi sejenak... Kemudian terdengar suara tembakan.
Suara lelaki itu muncul lagi di ujung telepon. "Sudah, Mbak. Sekarang saya harus ngapain?"

Serangan Jantung



Bambang suatu hari pulang ke rumah lebih cepat. Ia keget setengah mati mendapati Siska, istrinya, terbaring telanjang di tempat tidur.
"Oh, Sayang," kata Siska, "kayaknya aku kena serangan jantung!"
Bambang kaget dan buru-buru berlari menuju meja telepon untuk menelpon dokternya. Hampir saja ia menabrak anaknya yang berusia 4 tahun yang saat itu sedang menangis. "Papah, ada olang ngumpet di lemali," kata anaknya.
Bambang membuka lemari pakaian dan dilihatnya seorang lelaki telanjang sedang ngumpet di sana. "Sialan, luh, Jok!" teriak Bambang. "Istri gua kena serangan jantung, eh elu malah ngumpet nakut-nakutin anak gua!"